Sabtu, 26 Juni 2010

Rp 150 M Bangun Ngamprah


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menyiapkan anggaran senilai Rp 150 miliar untuk penyediaan tanah dan bangunan fisik di ibu kota KBB, Ngamprah.


Biaya itu tidak akan ditanggung sendiri.Pada 2009 pemkab akan mengajukan permintaan bantuan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa BaratsebesarRp50miliar yang dialokasikan khusus untuk pembangunan fisik.”Kami berharap pemprov bisa membantu dan mudah-mudahan itu terealisasi,” ujar Bupati Bandung Barat Abubakar kepada SINDO kemarin.

Sebagai langkah awal,pemkab akan melakukan feasibility study (FS), pengecekan lahan, dan pembebasan lahan. Rencananya, kebutuhan tanah untuk ibu kota ini mencapai sekitar 30–40 hektare. Namun belum bisa dipastikan titik mana yang akan dibangun. Meski begitu, bupati bersikukuh ibu kota KBB tetap di Ngamprah sesuai UU No 12/2007. ”Saat ini titik lokasi ibu kota belum ditentukan.

Yang jelas, jangan sampai opini ganti rugi menjadi ganti untung di masyarakat dengan adanya rencana pembebasan lahan, karena anggaran yang ada di Pemkab Bandung Barat terbatas,” ungkap Abubakar. Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) KBB Bambang Subagio menjelaskan, dari 30–40 hektare lahan untuk ibu kota,sekitar 23.000 meter perseginya diperuntukkan bagi gedung dan sisanya ruang terbuka.

Dengan lahan seluas itu diharapkan bisa menampung semua unsur di Pemkab Bandung Barat menjadi satu kompleks. Sementara itu,Ketua Lembaga Kajian Kemasyarakatan dan Pemerintahan (LK2P) Gunawan Rasyid menerangkan, kendati anggaran sudah disiapkan oleh pemkab, tapi tetap harus ada kajian tentang kesiapan Ngamprah untuk menjadi ibu kota. Tidak menutup kemungkinan wilayah Ngamprah tidak cocok menjadi ibu kota.

”Apalagi dalam kajian awal sempat muncul beberapa alternative lokasi seperti di Cililin, Batujajar, dan Padalarang, sedangkan nama Ngamprah muncul di akhir-akhir.Undangundang memang mengatakan ibu kota KBB di Ngamprah,tapi jika kondisinya tidak memungkinkan, apakah akan dipaksakan?” papar Rasyid.

Ketua Umum Barikade Gerbangdesa Nursadah Yusuf mengatakan, dipilihnya Ngamprah sebagai ibu kota KBB telah melalui berbagai pertimbangan matang.Di antaranya aspek keunggulan dari kontur tanah, prospektif pembangunan, akses jalan, agrobisnis,dan wisata. (adi haryanto)


Sumber:
Harian Seputar Indonesia, Jum'at 19 Desember 2008, dalam :
http://www.ahmadheryawan.com/lintas-kabupaten-kota/kabupaten-bandung-barat/288-rp-150-m-bangun-ngamprah-.html

Sumber Gambar:
http://mahanagari.blog.friendster.com/files/uncategorized-ngamprah.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar